Tuesday, 4 February 2020

MILAD HMI KE-73. Menjadikan Allah sebagai Pemimpin


Bukan menjadi Pemimpin, Tapi menjadikan Allah sebagai Pemimpin.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Merujuk pada angka kelahiran 5-2-1947 dan usia HMI yang ke 73, kami ingin menyampaikan tiga pesan:

1. Tingkatkan Tolong Menolong dalam Kebaikan, Bukan dalam Dosa dan Kejahatan (QS. 5:2)

Peradaban harus dibangun dengan kekuatan komunal (kesatuan), ideologi serta cara-cara yang benar. Bukan dengan membentuk kelompok partisan guna saling hina dan menyebar kebohongan (hoaks). Bukan pula dengan dengan menguasai mimbar-mimbar agama lalu memprovokasi masa guna menghina negara (radikalisme). Hakikat HMI adalah sinergi dan networking dalam “amar makruf dan nahi mungkar”. Puncaknya adalah “takwa” (punya rasa takut kepada Allah). Jika lemah silaturahmi dalam mengadvokasi kebaikan serta berlaku jahat kepada sesama, akan turun azab pedih dari Allah ta’ala (berupa degradasi sosial dan ekonomi bangsa):

… وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. 5:2).

2. Perbanyak Taubat (QS. 19:47)

Dalam gerak individu dan keorganisasian, tidak bisa dipungkiri, banyak sekali noda yang melekat pada diri kita. Apalagi dunia politik dan intelektual kita yang penuh intrik dan keakuan. Maka usaha mensucikan jiwa harus terus ada. Allah Maha Pengampun. Bertaubatlah. Up-grade spiritualitas. Carilah wasilah, para wali, mursyid, master, guru atau orang-orang yang dekat dengan Allah dan Allah pun berlaku baik kepada mereka (makbul). Ambil mereka sebagai sahabat atau guru yang ikut mendoakan dan meminta keampunan selama penapakan ruhani. Semua gerak aktivisme kita pada hakikatnya adalah perjalanan jiwa menuju Allah. Semoga kita selamat:

قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

“Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku” (QS. 19:47).

3. Organisasi leadership adalah organisasi zikir, organisasi yang belajar menangkap sinyal-sinyal ilahiyah dan menjadikan Allah sebagai pemimpin (QS. 7:3)

Salah satu ke-“aku”-an (dosa terbesar) organisasi perkaderan adalah membangun nafsu agar orang-orangnya menjadi pemimpin. Pendidikan leadership yang sesungguhnya adalah upaya menghadirkan Allah dalam diri para kader (alumni), sehingga Dia sendiri yang memimpin mereka. Lihatlah para nabi. Apakah anda pikir mereka itu para pemimpin? Bukan! Mereka adalah “follower”, orang-orang yang telah menyerahkan diri untuk sepenuhnya dipimpin oleh Tuhan. Menjadi kader adalah belajar mewarisi Nabi. Belajar taat dan berserah diri. Belajar menjadi budak. Belajar menjadi hamba. Belajar untuk digerakkan oleh kekuatan-kekuatan yang datang dari sisi-Nya. Lihatlah, betapa banyak kerusakan yang telah ditimbulkan oleh orang-orang yang telah menjadikan setan (dirinya) sebagai pemimpin.

Maka syarat utama untuk menjadi kader HMI sejati adalah mencapai “makrifat” (menjadi insan kamil/insan cita). Yaitu insan yang jiwanya memiliki kadar kesempurnaan, yang memungkinkan bagi Allah untuk bertajalli dalam segenap aspek kemanusiaan. Dengan demikian, gerak perjuangannya senantiasa dalam tuntunan “muraqabah” (mengikuti petunjuk/hidayah/ridha Allah SWT).

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikit kamu mengingat (berzikir)” (QS.7:3).

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

Tuesday, 27 August 2019

Islam "Karnaval" dan Islam "Sandiwara"


Kita tentu sering melihat sebuah karnaval, karnaval adalah arak-arakan dengan memakai berbagai jenis pakaian yang unik dan menarik. Misal, karnaval 17 Agustusan, memakai berbagai macam busana yang tidak biasa dipakai, mulai dari pakaian adat berbagai daerah, berbagai pakaian seragam, pakaian olah raga, pakaian kebesaran dan sebagainya. Namun kegiatan ini hanya seharian saja, setelah berpawai, berkeliling, setelah di tonton banyak orang, pakaian tersebut dilepas lagi dan mereka berpakaian lagi dengan pakaian mereka yang asli. Artinya, pakaian yang dipakai dalam karnaval itu hanyalah untuk dipamerkan, dipertontonkan saja, maka setelah itu dilepas dan dikembalikan, karena kebanyakan pakaian itu hanya disewa.
Betapa banyak ketika berislam hanya memakai pakaian sementara saja, bukan pakaian yang sebenarnya, pakaian supaya dikagumi, pakaian supaya di hormati, bahkan pakaian untuk menakut-nakuti umat, namun kapasitas mereka tidak sesuai dengan pakaian yang dipakai, orang Aceh mengatakan “khen pakaian droe dank hen seuneuduek droe”.

Friday, 4 January 2019

Persahabatan Spiritual

Mengapa Persahabatan Spiritual Penting ?

Jangan bertanya tentang seseorang, tetapi bertanyalah tentang sahabatnya. Sebab, setiap orang akan mengikuti sahabatnya (Abdul Qadir Isa).

Persahabatan spiritual mempunyai arti penting bagi orang-orang yang menempuh perjalanan spiritual (salikin). Persahabatan spiritual bukan pertemanan biasa dalam arti teman diskusi dan berbagi pengalaman, tetapi pertemanan sejati yang bisa mengasah ketajaman batin kita di dalam memahami makrifat dan menyingkap tabir rahasia (mukasyafah).

Keutamaan persahabatan spiritual diisyaratkan dalam beberapa ayat antara lain: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS At-Taubah: 119).”Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” (QS Luqman: 15).

Juga dalam hadits, “Orang-orang yang paling utama di antara kalian ialah orang-orang yang apabila mereka dipandang maka mereka mengingatkan kepada Allah.” (HR. Al-Hakim dari Anas).

Pergantian Tahun

Catatan kecil.
APA makna pergantian tahun? Seorang teman mengaku sekedar jalan-jalan dan makan makan. Ada yang merasa khawatir, karena belum jelas apa dikerjakan di tahun depan. Ada pula yang berdiam di rumah sambil melakukan perenungan diri.Peringatan tahun baru, seperti Tahun Masehi, menurut riwayat, pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai Kaisar Roma. Waktu itu di negara tersebut penanggalan yang dipakai ialah penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Maka Caesar memutuskan menggantikannya dengan tahun Masehi, yang diambil tahun lahirnya Nabi Isa Al Masih.Kalender itu pun dibuat sedemikian rupa-seperti yang kita kenal sekarang. Dia dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, Mesir. Pedoman penanggalan baru itu disusun dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini, sehingga secara periodik bulan Februari memiliki 29 hari, bukan 28 hari.Dalam penyusunannya terjadi beberapa perubahan, terutama menyangkut nama bulan, sebagaimana yang kita kenal sekarang. Misalnya, menjelang Caesar terbunuh di tahun 44 M, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.Di dunia ini berbagai perayaan tahun baru berlangsung. Orang Yahudi memiliki tradisi Rosh Hasanah yang jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender Gregorian. Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh malam bulan baru pada musim dingin, antara akhir Januari hingga awal Februari, kemudian tahun baru Thailand dirayakan mulai tanggal 13 April hingga 15 April dengan upacara penyiraman air.Di kalangan rakyat Vietnam ada yang disebut dengan Tet Nguyên Dán, yang dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek masyarakat Cina. Bagi orang Islam perayaan tahun baru 1 Muharram bukan hanya sarat dengan makna hijrah dan berbagai tafsir filosofisnya. Tetapi juga penuh muatan lokal. Nilai-nilai Islam dibaurkann dengan tradisi setempat tanpa membentur unsur-unsur ketauhidan.Tradisi menyambut tahun baru kini telah menembus sampai ke desa-desa akibat peran yang dimainkan media massa terutama televisi. Tahun lalu, suara terompet melintas batas-batas demografis dan sosiologis. Cahaya bunga api menyinari pematang sawah dan tebat ikan. Suara mercon tidak hanya di seputar jalan-jalan Ibu Kota dan kota besar.Kaum moralis dan agamawan mengkritik penyambutan tahun Masehi karena kebarat-baratan, dan bukan “adat istiadat” kita, sebab Islam punya tahun Hijriah. Khususnya di Aceh, pemerintah melarang keras adanya perayaan. Bahkan mengerahkan ratusan polisi syariat, untuk mencegah adanya perayaan pergantian tahun masehi itu. Meskipun di beberapa kawasan, mencoba menyiasati perayaan tahun baru masehi dengan melakukan zikir. Mungkin, ini solusi agar warga tidak melakukan aksi hura-hura.Setiap pergantian tahun baru selala ada pro, ada kontra, ada yang diam saja. Yang pasti “Old and New” seolah menjadi bagian dari budaya dunia. Di sinilah sejatinya setiap orang menyadai bahwa kehidupan ini tidak bisa dibatasi dengan dogma-dogma lama, tanpa ada argumen dan logika sehat. sebagai orang muslim, adanya imbauan bahwa kita hanya memperingati tahun baru hijriah-1 Muharram-sebagai tahun penanggalan Islam yang dihitung dari perpindahan (hijrah) Muhammad dari Mekkah ke Madinah, memang sebuah peristiwa sejarah sekaligus peristiwa religi.Pertanyaan saya, apakah kita bisa menutup langit, merantai setiap kaki manusia agar tidak bisa merayakan tahun baru masehi? Baru bisa mengabaikan tahun Masehi dan perayaannya, jika kita sudah tidak terikat dengan dunia luar; titak menggunakan bank dengan jadwal dan sistem kerja penanggalan Masehi. Sesungguhnya, Islam sebagai agama yang rahmatal lil alamin, tetap menghormati nilai-nilai universal dan pluralistik tanpa mengorbankan nilai-nilai hakiki ketauhidan. Maka hanya dengan pemahaman ketauhidan yang kokoh, tidak perlu harus menurunkan satpol pp atau menutup jalan agar orang Islam tidak ikut-ikutan merayakan tradisi tahun masehi itu.(wallahu)

Friday, 28 December 2018

BERAGAMA HARUS MELAMPAUI SIMBOL-SIMBOL

BERAGAMA HARUS MELAMPAUI SIMBOL-SIMBOL

Alam semesta dan diri manusia merupakan "ayat" (tanda-tanda) adanya Allah. Tanda-tanda hanyalah simbol, bahwa ada sesuatu yang maujud dibalik itu. Namun sayangnya, banyak yang beragama lalu terhenti pada sekedar membaca tanda-tanda.

Persis seperti saat kita melakukan perjalanan dari kampung ke kota. Di pinggir jalan banyak sekali tanda-tanda yang memberitahukan kita bahwa ada kota di depan sana. Bodohnya kita, kita menjadi sibuk. Pandangan kita dibuat terpesona dan tidak mau pindah-pindah dari semua tanda-tanda itu. Sehingga kita tidak pernah sampai kepada Kebenaran (Hakikat/Haqq).

Friday, 30 November 2018

Shalat dari orang-orang yang merendah diri (tadarruk)

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat dari orang-orang yang merendah diri (tadarruk) karena keagungan-Ku dan tiada menyombongkan dirinya di atas makhluk-Ku, tiada terus menerus bermaksiat kepada-Ku, menghabiskan masa harinya berdzikir kepada-Ku, berbalas kasih kepada orang miskin, orang musafir-ibnu sabil, perempuan janda dan orang yang terkena musibah. Ia memancarkan cahaya laksana matahari. Aku lindungi ia dengan Kebesaran-Ku dan memerintahkan malaikat-Ku menjaganya. Aku berinya cahaya dalam menerangi hidupnya. Ia diantara makhluk-makhluk-Ku laksana “Firdaus” gemerlapan di antara barisan surga-surga-Ku. (HR. Bazzar dari Ibnu Umar RA).

Thursday, 29 November 2018

Pasword. "2,4,4,3,4"

Kalau anda ingin melindungi ponsel atau benda penting lain pasti menggunakan Password teraman, jika anda memiliki ponsel yang ada fasilitas deteksi wajah, anda akan menggunakan wajah anda sendiri untuk melindungi data-data penting disitu, tidak mungkin anda menggunakan wajah orang lain. Analogi ini bisa kita gunakan untuk memahami bagaimana Allah SWT melindungi surga-Nya, sudah pasti Dia akan menggunakan sesuatu yang canggih yang tidak mungkin di tiru oleh para penyusup (setan) dan password terbaik dan Maha Canggih itu adalah wajah-Nya sendiri karena hanya wajah Dia yang Abadi  sebagaimana Firman-Nya : “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah” (QS. Al-Qashash : 88)

Monday, 26 November 2018

Setelah Shalat Subuh

Perlu di kaji secara mendalam oleh segenap umat Islam di seluruh dunia kenapa Nabi menyebut perjuangan melawan hawa nafsu sebagai Jihad Akbar atau perang besar. Perang yang lebih berbahaya dan lebih besar dari perang manapun di dunia. Bukankah perang-perang fisik yang pernah dilalui Nabi sedemikian beratnya sampai pernah gigi Nabi patah di dalam perang tersebut. Tidak kurang ribuan nyawa melawang termasuk orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi.

Tubuh manusia yang tampak sebenarnya tersusun oleh sel-sel yang halus dan tidak tampak dilihat dari luar. Sel halus tersebut terdapat inti sel, lebih kecil lagi ada molekul kemudian atom. Dulu kita meyakini partikel terkecil di alam ini adalah atom. Sesudah diteliti lebih dalam, ternyata inti atom masih bisa dibagi menjadi lebih kecil: proton dan neutron. Ternyata proton dan neutron dibentuk oleh zarah-zarah yang lebih kecil, disebut kuark-kuark.

Orang Bodoh

Melanjutkan apa yang sudah kami tulis di Facebook kemarin tentang orang bodoh dan memang sangat menarik untuk dibahas. Pada dasarnya manusia ingin pandai, pintar dan cerdik dan lebih khusus lagi mereka ingin menampilkan kecerdasannya kepada orang lain. Begitulah sifat dasar manusia yang sulit untuk di ubah.

Ada sebuah hadis yang dikutip berkali-kali oleh al-Ghazali, yang bunyinya adalah: “Aktsar ahli al-jannati al-bulhu”, sebagian besar orang-orang yang akan masuk surga nanti adalah “al-bulhu”. Kata “al-bulhu” adalah bentuk jamak dari “ablah” yang maknanya, menurut kamus Munjid: orang yang lemah akalnya (dla’ufa ‘aqluhu wa ‘ajaza ra’yuhu). Makna hadis yang dikutip al-Ghazali di atas itu kira-kira adalah begini: Mayoritas orang-orang yang ada di surga nanti adalah orang-orang yang bodoh, yang lemah akalnya.

Sementara di tempat lain ada pula ungkapan Nabi agar kita berfikir dan menggunakan akal tidak kurang Allah di dalam al-Qur’an menyebutkan kata “Apakah kamu tidak menggunakan akal?” atau “Apakah kamu tidak berfikir” secara berulang ulang di berbagai ayat dan surat. Lalu bagaimana menjelaskan orang-orang bodoh sebagai mayoritas penghuni surga tersebut?

Saturday, 24 November 2018

MELEMBUTKAN SISI *ANGKUH*



Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami” (QS. Alkahfi: 65).


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Musa as juga pernah sombong. Suatu ketika ia ditanya oleh kaumnya terkait siapa orang yang paling pandai. Musa menjawab, “Aku” (diriwayatkan oleh Ubay bin K’ab dalam Shahih Bukhari).

Keangkuhan Musa ini mendapat teguran Allah. Sehinga ia disuruh mencari guru lagi agar memiliki sikap tawadhuk. Sampai kemudian ia menemukan Khidir yang mengajarinya metodologi ilmu laduni (makrifat).

Tuesday, 20 November 2018

RAHASIA SUJUD KETIKA SHALAT

RAHASIA SUJUD KETIKA SHALAT

​1. *Sujud* melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu :​
 - dahi,
 - hidung,
 - kedua telapak tangan,
 - lutut, dan
 - kedua ujung kaki (jari).

​2. *Sujud adalah konsep*:​
- merendahkan diri,
- memuji Allah SWT, dan
- memohon segala macam hajat kepada Allah swt.

​3. *Sekaligus, mengikis sifat
- riya,                                                           
- sombong,                   
- ujub dan
- takabur dan lain-lain.

​4. *Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University,*
 telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.​

​5. *Dalam kajiannya* ditemukan bahwa ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud.​

​6. *Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja,* yaitu pada waktu-2 sholat yang telah ditetapkan (subuh, zuhur, asar, maghrib dan Isya').​

​SubhanAllah...​

​7. *Jadi, siapa yang tidak solat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.​*

​8. *Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak solat saat ini.​*

​9. *Karena letak otak di atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia, maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar dapat menambah kekuatan aliran darah ke otak*.​

​10. *Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.*

​11. *Manfaat sujud berlama-lama ini adalah untuk* :​

1. Mencegah pening,
2. Terhindar migrain,
3. Menyegarkan otak,
4. Menajamkan akal dan
fikiran (lebih sensitif),
5. Melonggarkan sistem
pernafasan,
6. Memperbaiki kandung rahim yang turun,
7. Menjaga dan menguatkan kedudukan
bayi dalam kandungan.
8. Menghindarkan kandungan sungsang dan lain lain.

12. *Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang sedang sujud...​

*SUBHANALAH*

INTI DARI MAULID ADALAH KENYANG!

Inti dari Maulid adalah Kenyang!

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Maulid identik dengan “mulut” (makan). Karena memang salah satu titah Tuhan yang diemban oleh tokoh termasyhur dari bani Quraisy yang kemudian menjadi Nabi kita, adalah: “memberi makan orang-orang lapar.” Seperti tersebut dipenghujung surah Quraisy:

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ …

“Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar… ” (QS. Quraisy: 4).

 “Mengapa dari Quraisy?”
Jadi, inti dari perayaan kelahiran Nabi SAW, sekaligus salah satu inti dari ajaran Islam, adalah bagaimana menjaga agar perut tetap “kenyang.” Dan tradisi untuk membuat perut kenyang saat perayaan maulid ditemukan diberbagai daerah, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun bagaimana cara membuat orang-orang kenyang, itu ada seni tersendiri sesuai konteks lokal dan mazhab masing-masing. Di Nusantara sendiri ditemukan berbagai mazhab kenduri maulid.

Di Aceh misalnya, ada “khanduri mulod” yang bergulir selama 3 bulan di masjid dan meunasah-meunasah (surau). Di Jogya, 7 nasi gunungan “Grebeg Maulud” persembahan keraton diperebutkan di Masjid Gede, Kepatihan dan Para Pakualaman. Kemiripannya juga ditemukan di Solo.

Di Kudus, ada arakan hasil bumi dan nasi bungkus yang diberi nama “Kirab Ampyiang” yang setelah dibawa ke masjid lalu di doakan dan dibagi-bagikan kepada masyarakat. Sementara di Mojokerto, hasil alam dan bahan-bahan pokok ini di susun di sekeliling pohon karsen sebelum diperebutkan.

Di Madura ada “muludhen” dengan membawa tumpeng ke masjid, dibacakan barzanji (riwayat Nabi) lalu dicicipi bersama. Di Cikoang Sulawesi Selatan ada namanya “Maudu Lompoa” yang persiapan kendurinya mencapai 40 hari dengan mensajikan julung-julung dari yang terbaik yang mereka miliki.

Alquran dan hadis tentu tidak menguraikan teknis kenduri atau bentuk program kerja untuk mengenyangkan orang-orang. Alquran dan hadis cenderung menggarisbawahi prinsip-prinsip penting dalam Islam. Sebagaimana pesan ayat keempat surah Quraisy, memberi makan orang-orang agar perut mereka tidak lagi lapar adalah salah satu nilai paling dari agama dan merupakan akhlaknya Allah.

Makna maulid ini sendiri dalam dipahami dalam dua perspektif: jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek (short-term), pesta syukuran kelahiran Nabi SAW merupakan sebuah bentuk ungkapan rasa gembira komunal dan sedekah warga kepada sesama. Kita memang harus mendorong agar setiap anggota masyarakat punya perilaku “dermawan” untuk saling berbagi sebagai refleksi masyarakat sejahtera.

Sementara ada pesan penting lainnya untuk jangka panjang (long-term). Yaitu bagaimana negara ini memastikan adanya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi secara berkelanjutan. Sehingga masyarakat terjamin pendapatannya dan tidak miskin (lapar) lagi. Namun yang terakhir ini menjadi misi utama pemerintah sebagai pemimpin masyarakat.
***
Jelas sudah. Inti dari diutusnya Sang Quraisy Agung ke tengah umat adalah untuk misi “kenyang”. Dalam artian, “kenyang” secara lahiriah. Perutnya terisi. Kalau perut kenyang ibadah juga nyaman. Ingat, kenyang. Bukan kekenyangan.

Namun membuat orang tidak lagi lapar secara material bukan satu-satunya misi dari Sang Quraisy ini. Ada satu tugas penting lainnya dan ini merupakan kelanjutan dari ayat terakhir surah Quraisy tersebut. Yaitu, “mengenyangkan hati”, atau memberikan rasa “aman” (terpuaskannya dahaga spiritual).

وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ…

“… dan memberikan mereka rasa aman dari ketakutan” (QS. Quraisy: 4).

Manusia merupakan makhluk rasional dan intuitif. Selain selalu bertanya darimana asal dan kemana ia akan kembali, rasa ketuhanan juga senantiasa hadir dalam dirinya. Ketika struktur keimanan ini tidak terbangun dengan baik, serta pencariannya tidak memperoleh hasil; maka timbul rasa was-was, galau, dan takut.

Takut mati, dan bingung apa yang akan terjadi setelah mati, menjadi jenis takut paling banyak dialami manusia dimuka bumi. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW hadir untuk memberikan re-orientasi dan kabar gembira tentang masa depan yang membahagiakan (tentang Tuhan, hari akhir dan amalan yang harus dipersiapkan).
***
Nah, itulah kedua jenis “indeks” yang idealnya terpenuhi manakala kita menauladani Nabi. Disatu sisi, kita melanjutkan tugas duniawi Nabi untuk mengenyangkan perut masyarakat (menurunkan poverty rate). Disisi lain, kita bekerja memperbaiki batin dan ukhrawi masyarakat agar semakin dekat dengan Allah (meningkatkan happiness index).

Ternyata kondisi kita hari ini belum seperti itu. Kemiskinan masih tinggi, meskipun indeks kebahagiaan juga tinggi. Mungkin ini indikasi korupsinya kuat, zikirnya juga kencang. Miskin, tapi bahagia. Corrupt but happy!

Allahumma shalli ala Muhammad wa Aali Muhammad.*

Saturday, 4 August 2018

HMI Nagan Raya Peringati Hari Pergerakan Bumi Se-Dunia


SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Kabupaten Nagan Raya memperingati hari bumi Internasional ke 48, kegiatan berlangsung di Aula Bappeda setempat, Senin 23 April 2018.
Memperingati hari bumi tahun 2018 ini dengan tema “Bumi Ku Aset Ku” dilakukan untuk meningkatkan rasa kesadaran yang tinggi dan juga apriasiasi atas keberadaan bumi yang di jadikan salah satu planet yang bisa di tinggali oleh kita semua. Peringati hari bumi tersebut juga di iringi dengan penanaman pohon.
Ketua HMI Nagan Raya Zubir menyampaikan bahwa ada kemungkinan yang belum mengetahui semenjak kapan hari bumi ini ada dan di peringati, menurutnya hari bumi ini di rancang oleh Senator asal Amerika Serikat dengan nama Gaylord Nelson di tahun 1970.
Gaylord Nelson yang merupakan seorang pengajar lingkungan hidup, dan kemudian ada seorang aktifis perdamaian John McConnell di tahun 1969 juga memperjuangkan mengenai hari bumi sedunia ini.
Bumi sekarang ini bukan semakin semakin baik, tapi semakin hari semakin buruk,” kata Ketua HMI Nagan Raya Zubir.
Oleh karena itu dirinya meminta untuk berdamailah dengan bumi maka bumi pun akan memberikan apa yang kita butuhkan.
“Kita HMI Nagan Raya akan siap selalu menanam titah tujuan HMI untuk memajukan daerah dan membuat masyarakat sejahtra. Kita meminta dukungan penuh kepada pemerintah daerah dalam merealisasi pogram kerja HMI Nagan Raya kedepan,” ujarnya. [rel/red]

Tuesday, 23 February 2016

MAZHAB CINTA

EVOLUSI SPIRITUAL. Evolusi kesempurnaan manusia bergerak dari cara berfikir "aku" ke "Aku", dari "cinta" ke "Cinta", dari ego personal menuju Tuhan yang universal. Pada tahap terendah dari kualitas kemanusiaan, kita hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri. Semuanya tentang "aku" dan apa untungnya bagiku? Semuanya tentang perutku, jabatanku, dan ketenaranku. 

Tahap perkembangan selanjutnya adalah mulai berfikir untuk lebih dari sekedar "aku." Cinta mulai tumbuh lalu muncullah rasa untuk membahagiakan keluarga, anak dan istri. Bagi mereka yang tidak berkeluarga akan punya kesulitan memahami makna hakiki dari peduli dan berbagi. Makanya, perkawinan disebut sebagai bagian penyempurnaan sisi keagamaan kita. Yaitu upaya untuk mengeluarkan kita dari ego dan kesendirian kita. Namun perjalanan kita belum selesai. Karena tahap selanjutnya dari evolusi kemanusiaan adalah bergerak kepada berfikir tentang masyarakat. Bisakah kita membawa cinta yang terbangun dalam kelompok kecil di masing keluarga untuk memberi manfaat serupa bagi mereka yang ada dikomunitas kita? Bisakah kita bersama anak dan istri menjadi partikel-partikel cahaya yang mampu menerangi masyarakat, umat dan bangsa? 

Wednesday, 27 January 2016

DIALOG USTADZ ALI DAN USTADZ RORIS

"Apakah orang-orang seperti Thomas Alfa Edison masuk syurga? Karena lampu temuannya sampai hari ini telah mampu menerangi kehidupan manusia. Masjidil Haram sekalipun terang karenanya", tanya ustadz Ali. "Tidak! Dia bukan Islam, walaupun baik sekali, dia tidak akan masuk syurga", jawab ustadz Roris.
"Ooo... Jadi siapa juga yang boleh masuk surga?", kembali ustadz Ali bertanya. "Hanya orang Islam saja yang masuk surga," jawab ustadz Roris.
"Apakah semua orang Islam masuk surga?", kembali ustadz Ali bertanya. "Ooo tidak. Islam itu pecah. Hanya pecahan Ahlussunnah saja yang masuk surga, pecahan lainnya termasuk Syiah semua ke neraka," tegas ustadz Roris.
"Ooo... begitu. Berarti cuma Ahlussunah saja yang masuk surga?", kembali ustadz Ali menyelidik. "Tidak semua Ahlussunnah ada di surga. Hanya Ahlussunnah yang tidak melakukan bid'ah maulid dan bid'ah ziarah qubur saja yang masuk surga, selebihnya di neraka", jelas ustadz Roris.
"Ooo... begitu. Jadi hanya Ahlussunnah yang tidak melakukan bid'ah saja yang masuk surga?," tanya ustadz Ali lagi. "Tidak juga. Dari yang tidak bid'ah itu hanya yang ikut pemimpin kami saja yang berada di surga, lainnya ke neraka," tambah ustadz Roris.
"Ooo... begitu. Jadi cuma yang ikut pemimpin kalian saja yang dijamin masuk surga?", lanjut ustadz Ali. "Ya tidak semua lah. Hanya yang bersedia melakukan bom bunuh diri saja yang dijamin masuk surga," tutup ustadz Roris.
Demikianlah benih "kapitalisme" dalam beragama, habis-habisan memonopoli kebenaran sebagai miliknya saja. Kapitalisme dalam beragama berawal dari sifat kikir, tidak mau berbagi surga: "Seandainya kalian menguasai gudang-gudang rahmat dari Tuhan, pastilah kalian akan menahannya tidak mau berderma. Sesungguhnya manusia sangat kikir" (QS. Al-Isra': 100).
Kapitalisme inilah yang melahirkan
"terorisme", ajaran yang menakut-nakuti dan mengancam semua manusia selain diri dan kelompoknya berada di neraka. Ajaran ini tumbuh subur dibawah asuhan musuh-musuh agama. [Bintang 'Arasy, 2016]

KAROMAH

Allah menciptakan manusia dalam 3 dimensi: dimensi fisik/inderawi, dimensi akal/rasio, dan dimensi ruh/hati. Setiap manusia yang mampu memaksimalkan masing dimensi ini akan diberi berbagai jenis karomah (kelebihan dan kemuliaan): "karomah empirikal", "karomah rasional", dan "karomah spiritual."
(1) "Karomah Empirikal." Adalah kelebihan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada setiap hambanya yang mampu memaksimalkan fungsi panca indera (i.e., mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit). Dengan maksimalisasi ini mereka akan memperoleh dari Tuhan berbagai pengetahuan objektif-empiris yang ada di alam fisik. Melalui asah diri dengan metode observasi dan eksperimentasi, Allah akan izinkan mereka untuk mengalami 'syahadah' sehingga terungkap berbagai sunnatullah (hukum-hukum Tuhan) yang menguasai dunia material. Mereka yang menemukan berbagai kebenaran di dunia empiris ini merupakan orang-orang yang memperoleh petunjuk dari Allah untuk menghasilkan berbagai teknologi. Teknologi-teknologi inilah yang membantu kehidupan dan membangun peradaban. Jika sosok seperti Nabi Daud as diberi mukjizat untuk melunakkan besi, umat Muhammad saw seperti Habibie juga diberi karomah untuk mampu menerbangkan besi (pesawat). Para peneliti dan akademisi yang tekun merupakan para "wali Allah" yang diberi karomah jenis ini. Jumlah mereka sedikit.
(2) "Karomah Rasional." Merupakan kelebihan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-hambanya yang menggunakan fungsi akal/rasio/intelektual/inteligensi secara maksimal. Pada tingkatan tertentu mereka akan diberi pengetahuan rasional/argumentatif yang mumpuni dari Tuhan. Melalui proses asah diri dengan metode rasional/filsafat/logika, Allah akan singkap kepada mereka kebenaran-kebenaran hukum Tuhan dibalik wujud metafisis dari alam akal (logis) dan alam mitsal (matematis). Berbagai sains dan pengetahuan rasional yang terkompilasi dalam buku dan kitab-kitab merupakan ilmu-ilmu objektif-rasional dari Tuhan yang hanya diperoleh oleh para 'wali' yang diberi "karomah intelektual" oleh Allah. Berbagai kitab tentang filsafat, tauhid, fiqh, ekonomi, politik, kimia, kedokteran, ilmu alam dan lainnya yang sampai hari ini masih menjadi acuan, merupakan contoh dari warisan karomah para ulama dan cendekiawan klasik Islam. Ilmu-ilmu inilah yang memberi petunjuk dan kecerdasan bagi generasi setelahnya. Jenis 'waliyullah' ini juga tidak banyak. Mereka ada di kampus, pesantren, atau hauzah-hauzah yang mengasah akal.
(3) "Karomah Spiritual". Ini bentuk kelebihan dan kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada mereka yang mengoptimalkan fungsi ruhani. Melalui metode irfan, pada level tertentu akan dibuka 'mata hati' oleh Allah sehingga ia menemukan berbagai kebenaran iluminatif di alam spiritual. Berbagai pengetahuan subjektif-intuitif ini sebenarnya adalah pengetahuan paling objektif, karena diperoleh dari alam yang lebih tinggi. Ia merasakan kehadiran Tuhan, bahkan mengalami 'penyatuan' dengan-Nya. Berbagai hal diluar alam logika bisa saja menaungi kehidupannya. Mereka inilah "waliyullah", yang dimuliakan oleh Tuhan karena rajin menyucikan jiwa. Cerita-cerita tentang kelebihan mereka ini banyak ditemukan dalam tradisi ulama tradisional dan kisah sufi. Jumlah mereka juga terbatas. Namun bisa ada dimana saja.
Idealnya, kita memperoleh semua karomah ini. Jika maksimalisasi seluruh dimensi kemanusiaan ini benar-benar terjadi, maka disebut "insan kamil", manusia dalam sebaik-baik bentuk (QS. at-Tin: 4). [Bintang 'Arasy, 2016] 

Oleh, Sayyid Muniruddin Ali

Monday, 18 January 2016

MAQAM KEISLAMAN.

MAQAM KEISLAMAN. Ada 3 maqam perjalanan keislaman seseorang: mengupat ---> mengingat ---> berbuat.
  1. Pada maqam pertama "upat", seseorang banyak menghabiskan waktu untuk bertengkar, ribut, mengejek, menghina, merendahkan, menyudutkan, dan segala bentuk perilaku rendahan lainnya. Pada tahap ini, Tuhan hanya diketahui lewat definisi, pemikiran dan perdebatan.
  2. Pada maqam kedua "ingat", seseorang sudah mulai sadar akan keburukan perilakunya. Kini ia sudah mulai banyak istighfar, berdzikir, mengingat dan mengucap berbagai Asma. Disini, Tuhan sudah mulai dipahami dengan rasa.
  3. Maqam tertinggi adalah "buat". Pada level ini seseorang sudah berubah wujud menjadi pekerja-pekerja tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk melakukan perubahan dan perbaikan diberbagai sektor kehidupan umat dan bangsa. Hasil kerjanya memperlihatkan keindahan dari Asma-Asma yang diucap. Ia bukan sosok yang cuma enak didengar kalau bicara, tetapi karya-karyanya lebih nyata dari omongannya. Pada maqam ini, dia menemukan Tuhan dalam pengabdian. [@Bintang 'Arasy, 2016]

Thursday, 14 January 2016

DIKALA HUJAN TURUN

Hujan memang suatu faktor cuaca yang kadang mengganggu aktivitas kita, tapi ngga semua Hujan itu buruk kok. malah kalau ngga pernah hujan, negeri kita ini bakalan kekeringan endingnya kemarau terus kekuarangan air deh. jadi jangan pernah kamu menyalahkan suatu Hujan yang Turun, berbicara soal Hujan hal yang bisa kita kaitkan didalam perasaan adalah mengenai Kenangan, apa sih hubungannya Kenangan sama Hujan? jadi gini, kalian semua pernah merasakan Hujan kan? nah kalau kalian melamun dikala hujan, itu kemungkinan besar kalian bakalan inget tentang masa lalu, flashback tentang kenangan indah bersama seseorang disaat dahulu, tapi ngga semua hujan menggambarkan kenangan masa lalu kok, terkadang juga Hujan membawa kita kepada kesepian dan kesendirian yang ujung-ujungnya kita bakalan galau dibuatnya.:)

memang momen atau saat hujan turun itu cocok sekali buat kita melamun, mengingat-ingat kenangan indah masa lalu, nah hal inilah yang biasanya membuat kalian menjadi galau. usahakan kalau lagi hujan itu jangan melamun, atau malah membayangkan saat-saat indah bersama mantan kekasih kita, hal ini sangat tidak dianjurkan bagi kalian yang belum bisa move on dari masa lalu. Hujan yang turun pasti akan selalu memberikan kenangan setiap rintiknya, tak hanya hujan diluar yang deras.. tetapi Hujan didalam Hati kita juga sangatlah deras...

Tak cuman galau yang dirasakan saat hujan turun, nah buat kamu yang lagi seneng karna pacar tercinta tentu hatinya berbunga-bunga, bahkan malah seneng banget smsan sambil tiduran saat galau. dibarengi dengan alunan musik yang menjadi kesukaan kita pasti akan sangat nyaman sekali suasananya.

Tapi ngga jarang juga kok ada yang memanfaatkan suasan Hujan untuk mengungkapkan suatu perasaan cinta, nah hal ini bisa kalian jadikan alternatif buat ngungkapin perasaan ke pujaan hati.
Aku tak benci hujan..Tapi semua itu terkadang membuat kenangan. Seolah datangnya hujan membuka kembali lembar-lembar kisah cinta dahulu

Masih ingatkah kamu ??? Seandainya iya. masih adakah inginmu untuk mengulang kembali.

Jujur, sebenarnya aku sangat mencintaimu.......