Wednesday, 24 June 2015

ULAMA SEKULER

"Ulama" itu kan orang "Alim." Siapapun yg alim dalam bidang ilmu apapun yg baik, ya Ulama. Toh ilmu dunia dan akhirat itu milik Tuhan. Bahkan disetiap penutup do'a kita diajarkan Allah swt utk mengejar dua hal sekaligus: "kebahagiaan dunia" dan "kebahagiaan akhirat." Yg pertama dicapai dg ilmu dunia, yg kedua dg ilmu tentang akhirat. Kalau hanya belajar dunia saja tanpa akhirat, itu namanya "sekuler". Demikian juga kalau fokus akhirat saja tapi lupa dunia, itu juga "sekuler". Idealnya, seorang ulama menguasai ilmu dunia sekaligus ilmu akhirat, tanpa terpisah.Tapi sayangnya, sebagian ulama larut di kampus dg ilmu dunianya. Sebagian lain larut di dayah dg ilmu akhiratnya. Dua-duanya sekuler, karena memisahkan akhirat dg dunia. Padahal zaman keemasan Islam, ulama itu juga seorang profesor yg ahli pengetahuan dunia sekaligus akhirat. Mereka pakar matematika, biologi, kedokteran, fisika, kimia, bahasa, sastra, filsafat, astronomi, geologi, ekonomi, bisnis, politik, seni, dsb; sekaligus ahli teologi, fikih, dan juga seorang sufi. Mereka bukan cuma terus belajar dan mengajar, tapi juga terus menulis. Adakah ulama kita di dayah dan kampus yg sekarismatik itu? Rasanya sdh langka, karena kita sdh diajarkan "spesialisasi" (wujud lain dari "sekularisasi"). Yakni fokus pd satu hal saja: dunia saja, atau akhirat saja.

CACATNYA PUASA KITA

Berikut beberapa kejanggalan waktu berpuasa kita. Pertama, Waktu imsak dipahami dengan “bunyi sirine” sebelum adzan subuh. Padahal puasa dimulai sejak “terbitnya fajar”. Terbitnya fajar (tepatnya fajar shadiq) merupakan pertanda masuknya waktu subuh, yang ditandai dengan adzan subuh. Jadi batas waktu sahur bukan saat bunyi sirine imsak yang sering kita dengar itu, tapi saat adzan subuh. Bunyi sirine itu lebih kepada "lampu kuning" atau semacam warning bahwa waktu sahur hampir habis. Jadi masih ada waktu untuk sahur sekitar 15 menit sejak sirine ditiup. Nabi saw sendiri mengatakan, adalah bagus bagi kita untuk meng-akhirkan waktu sahur, artinya sampai waktu azan. Namun demikian, kalau kita imsak lebih awal tentu tidak mengurangi nilai puasa.

Monday, 22 June 2015

Fadhilah Shalat Tarawih Malam Ke-1 Hingga Malam Ke-30


Dialog Iblis dgn Allah Swt

Ya Tuhan, Engkau telah menjadikan diantara anak cucu Adam para Rasul dan Engkau turunkan kepada meraka kitab-kitab suci. 
Maka iblis bertanya "Siapa Rasulku?" Allah berfirman: "Al-Kuhhaan (dukun/tukang ramal)".
Iblis bertanya: "apakah kitabku?" Allah menjawab: Al-Wasymu (tatto/kejahatan)"
Iblis beranya: "apa hadits ku?" Allah menjawab: "kebohongan"
Iblis bertanya: "apa qur'an ku?". Allah menjawab: "As-Syi'ru (puisi dan nyanyian)
Iblis bertanya: "siapa tukang adzanku?" Allah menjawab: "seruling"
Iblis bertanya: "apa masjidku?" Allah menjawab: "pasar" 
Iblis bertanya: "apa rumahku?" Allah menjawab: "tempat pemandian" 
Iblis bertanya: "apa makananku?" Allah menjawab: "apa yg tidak disebut asma-Ku padanya" 
Iblis bertanya: "apa minumanku?" Allah menjawab: "yg memabukkan" 
Iblis bertanya lagi: "apa alat perangkapku?" Allah menjawab: "perempuan"

Tuesday, 10 March 2015

SEJARAH PANGLIMA TEUKU NYAK MAKAM


Sejarah Panglima Teuku Nyak Makam (Versi Lengkap)

Perang Aceh dengan Belanda secara total dan gerilya yang dimulai sejak bermulanya ultimatum dari kerajaan Belanda 26 Maret 1873 sampai dengan perang dunia kedua, adalah suatu perang terlama dan termahal dalam perjalanan sejarah, yang telah memakan korban, materil, harta dan jiwa pihak Belanda dan Aceh serta merusak sendi-sendi sosial budaya rakyat Aceh.
Dapat juga dicatat bahwa sebelumnya sejak tahun 1840 pihak Belanda telah menggunting wilayah kerajaan dengan mengadakan penyerangan, di sebelah barat di Singkil dan di sebelah timur, Seuruwey, Langkat (Sumatera Timur).

Monday, 9 March 2015

CIRI-CIRI MAHASISWA MUSLIM HEBAT

Ciri-Ciri Mahasiswa Muslim yg Hebat :
1- Selalu menghadiri perbincangan ilmiah tentang agama, masyarakat, politik dll bersama rakan-rakan sekurang-kurangnya seminggu sekali untuk menajamkan minda (berusrah)
2- Menghadiri forum, ceramah, bengkel bagi menambah pengetahuan dan maklumat.
3- Solat berjemaah di surau atau masjid
4- Membaca buku selain buku subjek akademik.
5- Menulis untuk disebarkan
6- Menjadi ahli persatuan yang aktif
7- Mendekati masyarakat (khidmat sosial)
8- Menggunakan facebook untuk berkongsi maklumat bernilai
9- Mementingkan "ketampanan sosial" dari ketampanan fizikal
10- Mereka tidak sibuk mengkritik tetapi berusaha mencari penyelesaian

JANGAN MARAH-MARAH

Setiap penduduk yang menetap di suatu tempat tentu mempunyai kebiasaan unik. Mulai dari cara bergaul, cara berpakaian, atau adat atau ritual khusus yang dilestarikan didalamnnya. Tak terkecuali penduduk yang menetap di Kepalauan Solomon. Ya, penduduk yang tinggal di pulau yang terletak di Pasifik Selatan ini mempunyai kebiasaan unik ketika hendak menumbangkan sebuah pohon. Pada umumnya, cara untuk menebang pohon, salah satunya adalah dengan gergaji. Tapi, penduduk di pulau ini tidak demikian. Mereka berkumpul di depan suatu pohon yang hendak ditumbangkan. Kemudian, beberapa orang yang kuat dan berani diantara mereka menaiki pohon itu dan yang lainnya tetap berada di bawah. Kemudian mereka mencaci maki habis-habisan pohon tersebut. Mereka melakukannya hingga berjam-jam bahkan hingga 40 hari. Namun, usaha mereka tidaklah sia-sia. Suatu peristiwa menakjubkan terjadi. Pohon yang pada awalnya dicaci maki tersebut, akhirnya tumbang.
Suatu peristiwa yang mengandung sebuah hikmah yang dapat kita petik darinya. Bagaimana mungkin sebuah pohon yang pada awalnya sangat kokoh, kemudian tumbang hanya dengan cacian dari sekelompok orang? Coba kita renungkan, apabila pohon yang kokoh saja bisa tumbang dan mati hanya dengan cacian, lalu bagaimana dengan manusia?
Satu hal yang harus kita ingat, bahwasannya Rasululllah Shallalahu alaihi wa sallam telah melarang perbuatan saling mencaci diantara manusia, terutama sesama Muslim. Begitu gentingnya masalah ini, hingga Rasulullah Saw bersabda: “Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”. (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708),
Hadits di atas merupakan peringatan Nabi kepada umatnya agar tidak semena-mena mencela orang lain. Karena didalamnya mengandung banyak sekali kemudharatan. Munculnya pertikaian antaragama, suku, warga negara, dan yang lainnya saat ini adalah tidak lain karena perkara lisan. Maka benarlah pepatah yang mengatakan keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya. Pencelaan terhadap orang lain tidak lain disebabkan dendam atau amarah yang tertanam pada hati pencela.
Suatu penelitian yang sangat luar biasa dilakukan oleh Dr.Ahmed Shawki Ibrahim, anggota dari Royal Society of Medicine London dan konsultan kardiologi internal medicine. Dia berkata: “Kodrat manusia ditandai oleh kecenderungan dan perilaku yang berbeda. Sebagai contoh, keinginan jasmani mengarah kepada kemarahan. Sifat dominan dilambangkan oleh kecenderungan terhadap kesombongan dan keangkuhan. Sementara mengikuti hawa nafsu seseorang menghasilkan kebencian dan keengganan untuk orang lain. Secara umum, di samping penyakit-penyakit psikologis dan fisik lain seperti diabetes dan angina, menurut penelitian ilmiah mengafirmasi kenyataan bahwa kemarahan yang terus-menerus dapat mempercepat kematian manusia. Marah-marah bisa cepat “mati ” So, jaga lisanmu, maka bagimu keselamatan.