Wednesday, 27 January 2016

KAROMAH

Allah menciptakan manusia dalam 3 dimensi: dimensi fisik/inderawi, dimensi akal/rasio, dan dimensi ruh/hati. Setiap manusia yang mampu memaksimalkan masing dimensi ini akan diberi berbagai jenis karomah (kelebihan dan kemuliaan): "karomah empirikal", "karomah rasional", dan "karomah spiritual."
(1) "Karomah Empirikal." Adalah kelebihan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada setiap hambanya yang mampu memaksimalkan fungsi panca indera (i.e., mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit). Dengan maksimalisasi ini mereka akan memperoleh dari Tuhan berbagai pengetahuan objektif-empiris yang ada di alam fisik. Melalui asah diri dengan metode observasi dan eksperimentasi, Allah akan izinkan mereka untuk mengalami 'syahadah' sehingga terungkap berbagai sunnatullah (hukum-hukum Tuhan) yang menguasai dunia material. Mereka yang menemukan berbagai kebenaran di dunia empiris ini merupakan orang-orang yang memperoleh petunjuk dari Allah untuk menghasilkan berbagai teknologi. Teknologi-teknologi inilah yang membantu kehidupan dan membangun peradaban. Jika sosok seperti Nabi Daud as diberi mukjizat untuk melunakkan besi, umat Muhammad saw seperti Habibie juga diberi karomah untuk mampu menerbangkan besi (pesawat). Para peneliti dan akademisi yang tekun merupakan para "wali Allah" yang diberi karomah jenis ini. Jumlah mereka sedikit.
(2) "Karomah Rasional." Merupakan kelebihan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-hambanya yang menggunakan fungsi akal/rasio/intelektual/inteligensi secara maksimal. Pada tingkatan tertentu mereka akan diberi pengetahuan rasional/argumentatif yang mumpuni dari Tuhan. Melalui proses asah diri dengan metode rasional/filsafat/logika, Allah akan singkap kepada mereka kebenaran-kebenaran hukum Tuhan dibalik wujud metafisis dari alam akal (logis) dan alam mitsal (matematis). Berbagai sains dan pengetahuan rasional yang terkompilasi dalam buku dan kitab-kitab merupakan ilmu-ilmu objektif-rasional dari Tuhan yang hanya diperoleh oleh para 'wali' yang diberi "karomah intelektual" oleh Allah. Berbagai kitab tentang filsafat, tauhid, fiqh, ekonomi, politik, kimia, kedokteran, ilmu alam dan lainnya yang sampai hari ini masih menjadi acuan, merupakan contoh dari warisan karomah para ulama dan cendekiawan klasik Islam. Ilmu-ilmu inilah yang memberi petunjuk dan kecerdasan bagi generasi setelahnya. Jenis 'waliyullah' ini juga tidak banyak. Mereka ada di kampus, pesantren, atau hauzah-hauzah yang mengasah akal.
(3) "Karomah Spiritual". Ini bentuk kelebihan dan kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada mereka yang mengoptimalkan fungsi ruhani. Melalui metode irfan, pada level tertentu akan dibuka 'mata hati' oleh Allah sehingga ia menemukan berbagai kebenaran iluminatif di alam spiritual. Berbagai pengetahuan subjektif-intuitif ini sebenarnya adalah pengetahuan paling objektif, karena diperoleh dari alam yang lebih tinggi. Ia merasakan kehadiran Tuhan, bahkan mengalami 'penyatuan' dengan-Nya. Berbagai hal diluar alam logika bisa saja menaungi kehidupannya. Mereka inilah "waliyullah", yang dimuliakan oleh Tuhan karena rajin menyucikan jiwa. Cerita-cerita tentang kelebihan mereka ini banyak ditemukan dalam tradisi ulama tradisional dan kisah sufi. Jumlah mereka juga terbatas. Namun bisa ada dimana saja.
Idealnya, kita memperoleh semua karomah ini. Jika maksimalisasi seluruh dimensi kemanusiaan ini benar-benar terjadi, maka disebut "insan kamil", manusia dalam sebaik-baik bentuk (QS. at-Tin: 4). [Bintang 'Arasy, 2016] 

Oleh, Sayyid Muniruddin Ali

Monday, 18 January 2016

MAQAM KEISLAMAN.

MAQAM KEISLAMAN. Ada 3 maqam perjalanan keislaman seseorang: mengupat ---> mengingat ---> berbuat.
  1. Pada maqam pertama "upat", seseorang banyak menghabiskan waktu untuk bertengkar, ribut, mengejek, menghina, merendahkan, menyudutkan, dan segala bentuk perilaku rendahan lainnya. Pada tahap ini, Tuhan hanya diketahui lewat definisi, pemikiran dan perdebatan.
  2. Pada maqam kedua "ingat", seseorang sudah mulai sadar akan keburukan perilakunya. Kini ia sudah mulai banyak istighfar, berdzikir, mengingat dan mengucap berbagai Asma. Disini, Tuhan sudah mulai dipahami dengan rasa.
  3. Maqam tertinggi adalah "buat". Pada level ini seseorang sudah berubah wujud menjadi pekerja-pekerja tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk melakukan perubahan dan perbaikan diberbagai sektor kehidupan umat dan bangsa. Hasil kerjanya memperlihatkan keindahan dari Asma-Asma yang diucap. Ia bukan sosok yang cuma enak didengar kalau bicara, tetapi karya-karyanya lebih nyata dari omongannya. Pada maqam ini, dia menemukan Tuhan dalam pengabdian. [@Bintang 'Arasy, 2016]

Thursday, 14 January 2016

DIKALA HUJAN TURUN

Hujan memang suatu faktor cuaca yang kadang mengganggu aktivitas kita, tapi ngga semua Hujan itu buruk kok. malah kalau ngga pernah hujan, negeri kita ini bakalan kekeringan endingnya kemarau terus kekuarangan air deh. jadi jangan pernah kamu menyalahkan suatu Hujan yang Turun, berbicara soal Hujan hal yang bisa kita kaitkan didalam perasaan adalah mengenai Kenangan, apa sih hubungannya Kenangan sama Hujan? jadi gini, kalian semua pernah merasakan Hujan kan? nah kalau kalian melamun dikala hujan, itu kemungkinan besar kalian bakalan inget tentang masa lalu, flashback tentang kenangan indah bersama seseorang disaat dahulu, tapi ngga semua hujan menggambarkan kenangan masa lalu kok, terkadang juga Hujan membawa kita kepada kesepian dan kesendirian yang ujung-ujungnya kita bakalan galau dibuatnya.:)

memang momen atau saat hujan turun itu cocok sekali buat kita melamun, mengingat-ingat kenangan indah masa lalu, nah hal inilah yang biasanya membuat kalian menjadi galau. usahakan kalau lagi hujan itu jangan melamun, atau malah membayangkan saat-saat indah bersama mantan kekasih kita, hal ini sangat tidak dianjurkan bagi kalian yang belum bisa move on dari masa lalu. Hujan yang turun pasti akan selalu memberikan kenangan setiap rintiknya, tak hanya hujan diluar yang deras.. tetapi Hujan didalam Hati kita juga sangatlah deras...

Tak cuman galau yang dirasakan saat hujan turun, nah buat kamu yang lagi seneng karna pacar tercinta tentu hatinya berbunga-bunga, bahkan malah seneng banget smsan sambil tiduran saat galau. dibarengi dengan alunan musik yang menjadi kesukaan kita pasti akan sangat nyaman sekali suasananya.

Tapi ngga jarang juga kok ada yang memanfaatkan suasan Hujan untuk mengungkapkan suatu perasaan cinta, nah hal ini bisa kalian jadikan alternatif buat ngungkapin perasaan ke pujaan hati.
Aku tak benci hujan..Tapi semua itu terkadang membuat kenangan. Seolah datangnya hujan membuka kembali lembar-lembar kisah cinta dahulu

Masih ingatkah kamu ??? Seandainya iya. masih adakah inginmu untuk mengulang kembali.

Jujur, sebenarnya aku sangat mencintaimu.......

Monday, 28 December 2015

BACALAH !


Bacalah cuma 2 menit saja.


Pernah berlaku di zaman Khalifah Bakar As-Sidiq terhadap seorang sahabat yang meninggal dunia. Setelah dimandi dan di kafankan, lalu diletakkan di satu sudut rumah untuk disholatkan. Semasa sholat hendak dimulakan, tiba-tiba mayat itu bergerak-gerak.



Tampillah seorang daripada mereka untuk menghuraikan ikatan kafan karena menyangka mayat itu masih hidup.

Tatkala kafan itu terbuka, alangkah terperanjatnya mereka karena mayat itu di lilit dan digigit oleh seekor ular.

Lalu mereka mengambil kayu untuk memukul ular tersebut.

Sekali lagi mereka terkejut karena ular itu mengucap dua kalimah syahadat serta berkata :

"Apakah sebabnya kamu hendak membunuhku?. Aku tidak bersalah dan tidak pula menyakiti kamu.

Aku hanya menjalankan perintah Allah menyiksa mayat ini sehingga Hari Akhirat".

Para hadirin bertanya : "Apakah yang menyebabkan mayat ini disiksa?"

Ular tersebut menjawab : "Mayat ini selama hidupnya telah melakukan tiga kesalahan yaitu,
Pertama : Ia mendengar azan tetapi tidak diindahkan malah tidak pula mengerjakan sholat.
Kedua : Ia tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Ketiga : Ia tidak mau mendengar nasihat yang baik-baik dari para alim ulama'.
Itulah yang menyebabkannya disiksa sedemikian rupa."

Ya Allah..Kami Memohon pada Engkau , Ampunilah dosa-dosa kami ,terimalah amal ibadah kami, dan matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah,

Aamiin ya Rabbal'alamiin.

SILAHKAN SHARE... !!!

CINTA

CINTA adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.
“Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. 

JALAN MENUJU SURGA

JIKA engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia…barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah ia, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia… Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti… Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.
Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata, “Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.”
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim).
Oleh: Ibunda Holistic Center Thibbun Nabawi


Monday, 14 September 2015

Pendaftaran Besic Training (LK1) HMI Cabang Meulaboh.

Meulaboh - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menggelar Pelatihan Dasar Kader 1 atau popular dengan Basic Training (LK I) yang dilaksanakan oleh HMI Komisariat Bersama Cabang Meulaboh.
Pendaftaran dibuka tanggal  11 - 15 September 2015  (Pukul 09.00-17.00 Wib)
Screning Tes  11 – 16 September 2015 di Kantor Cabang HMI Meulaboh, dibelakang Mesjid Agung. (Pukul 08.00-17.00 Wib)
Tempat Pendaftaran di Kampus Masing-Masing atau Hubungi :
Contact        :      
HMI Komisariat Pertanian (0823 6144 5467)
HMI Komisariat Ekonomi (0853 7186 0363)
HMI Komisariat FKM (0853 5991 5867 / 0822 7345 7349)
HMI Komisariat Fisip (0821 6566 2499)
HMI Komisariat Perikanan (0852 9652 8972)
HMI Komisariat Teknik
HMI Komisariat STIKIP (0823 6705 9543)
HMI Komisariat STAIN (0823 6072 27472)
HMI Komisariat STIMI (0822 7780 6507)


Anda Mahasiswa...? ·        
Apa yang anda butuhkan sebagai Mahasiswa dalam pemenuhan Kapasitas diri anda....? ·        
Anda mau tahu bagaimana peran anda sebagai Mahasiswa...? ·       
Anda ingin cakap dalam bertindak dan menyelesaikan permasalahan anda sebagai Mahasiswa..? ·        
Anda ingin cerdas secara Intelektual, Emosional, dan Spiritual...? ·        
Anda ingin jadi mahasiswa yang sadar akan perubahan...?
Ikuti kesempatan ini dalam mengawali langkah anda sebagai Mahasiswa untuk berubah menjadi yang terbaik bagi Umat dan Bangsa. (YAKUSA)......!!!
Buruaan jangan sampai ketinggalan, manfaatkan Peluang dan Kesempatan. (GRATISS)

(Kesempatan tak datang 2x)